Laman

Thursday, January 17, 2013

MAKALAH PENGARUH GLOBALISASI




I.          LATAR BELAKANG
Di zaman yang sudah sangat maju ini, remaja mana yang tidak mengenal makna dari kata “Globalisasi”? Hampir 90% dari mereka yang sudah akrab bahkan menjadikan globalisasi sebagai bagian dari kehidupan mereka. Adapun 10% yang tidak mengenal dan tidak memahami kata globalisasi adalah remaja yang masih jauh tertinggal dari modernisasi. Umumnya mereka yang tinggal di dalam suku pedalaman dan masih memegang teguh adat istiadat yang sudah diturunkan turun-temurun dari nenek moyang mereka. Sebagian besar dari mereka tidak menempuh jenjang pendidikan dan lebih memilih tinggal di rumah dan membantu orang tua. Maka tidak heran jika mereka sama sekali tidak mengenal makna globalisasi, bagaimana bisa mereka mengenal? Baca tulis pun mereka tidak bisa.
Seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, hampir 90% remaja yang sudah sangat mengenal kata “Globalisasi”. Walaupun kata globalisasi sudah sangat dikenal akrab, bukan berarti globalisasi itu tidak memberikan dampak bagi para remaja. Globalisasi dapat kita jadikan sebagai teman, atau pun sebagai lawan. Teman yang baik tentu saja dapat memberikan dampak yang baik pula. Begitu pula dengan lawan, lawan yang kejam juga dapat akan memberikan dampak yang kejam pula bagi kita. Nah, seperti itu pulalah globalisasi dapat berdampak bagi remaja. Sebagai remaja yang terpelajar, kita harus dapat memilah-milah dampak dari globalisasi, mana yang patut dicontoh, dan mana yang tidak. Mana yang patut dijadikan teman, dan mana yang harus dijadikan musuh.

II.        PERMASALAHAN
            Pernahkah kita berpikir untuk membandingkan masa-masa saat orang tua kita masih remaja dengan masa remaja kita sekarang? Pernahkah kita bertanya pada mereka bagaimana menurut mereka tentang perbedaan zaman remaja dulu dengan yang sekarang? Jika kalian bertanya, jawabannya sudah dipastikan, “Sangat jauh berubah”. Bagaimana perubahannya? Sebagian berubah menjadi jauh lebih baik, dan sebagian lainnya berubah menjadi sedikit lebih buruk dan mengecewakan. Dari zaman kolonial hingga sekarang banyak yang berubah baik dari segi gaya hidup, pakaian, pangan, dan komunikasi. Itu semua diakibatkan oleh dampak dari globalisasi.








III.       PEMBAHASAN

3.1.      Pengertian Globalisasi
3.1.1.       Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.
3.1.2.      Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)
Menurut pendapat Krisna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
           

3.2.      Pengaruh Globalisasi
Kalau bicara pengaruh maka akan kita bahas yang baik dan yang buruk dari adanya globalisasi. Berikut pengaruh baik dari adanya globalisasi, antara lain:
3.2.1        Kemajuan di bidang komunikasi dan transportasi.
3.2.2.      Meningkatnya perekonomian masyarakat dalam suatu negara.
3.2.3.       Meluasnya pasar untuk produk dalam negeri.
3.2.4.      Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang  lebih baik.
3.2.5.      Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.

Sedangkan pengaruh buruk dari adanya globalisasi antara lain:
3.2.6.      Gaya hidup bebas, narkoba, dan kekerasan menjadi mudah masuk dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
3.2.7.      Masyarakat cenderung mementingkan diri sendiri.
3.2.8.      Karena banyaknya barang yang dijual, maka masyarakat menjadi konsumtif.


3.3.      Contoh Pengaruh Globalisasi
            Tanpa disadari budaya asing yang masuk ke Indonesia telah memengaruhi perilaku masyarakat Indonesia. Berikut ini contoh pengaruh globalisasi di lingkungan sekitar.
            3.3.1.   Gaya Hidup
                        Gaya hidup tradisional di zaman globalisasi ini sudah semakin         berkurang dan bahkan cenderung untuk ditinggalkan oleh masyarakat   sekarang ini. Masyarakat cenderung memilih menerapkan gaya hidup             modern daripada gaya hidup tradisional.
            3.3.2.   Makanan
                        Makanan pokok bangsa Indonesia sebagian besar adalah nasi.          Namun, ada juga yang berasal dari jagung maupun sagu. Makanan pokok    tersebut sebelum disajikan harus diolah terlebih dahulu, dan proses             pengolahannya membutuhkan waktu yang lama. Dengan adanya     globalisasi kebanyakan orang mulai cenderung beralih mengonsumsi         makanan yang cepat saji. Cepat saji maksudnya adalah makanan yang             singkat dalam penyajiannya dan tidak menunggu proses pemasakan yang    lama. Makanan cepat saji biasa disebut fast food. Makanan cepat saji            sekarang banyak dan mudah sekali ditemui. Di samping itu juga ada             makanan yang pembungkusnya menggunakan aluminium foil, biasanya       makanan untuk anak - anak. Selain makanan juga ada minuman dalam      kaleng, sehingga mudah dan dapat langsung diminum. Contoh makanan          yang ada karena globalisasi: pizza, spagheti, burger, hot dog, hamburger,                sushi, steak, puyunghai, dan donat. Contoh minuman: banyak      bermunculan minuman isotonik.
            3.2.3    Pakaian
                        Pakaian merupakan bahan yang kita gunakan untuk menutup aurat dan melindungi badan. Pakaian juga berfungsi untuk kesopanan. Pakaian       yang dipakai pada zaman dahulu dengan zaman sekarang berbeda. Pada    zaman dahulu pakaian sangat sederhana yang penting bisa digunakan          untuk menutup aurat, melindungi tubuh, serta menjaga kesopanan. Pakaian       digunakan sebagai trend, modelnya bermacam - macam. Negara yang             dianggap trend center pakaian adalah Prancis (Paris). Mode dari Paris         banyak ditiru oleh negara - negara di dunia. Misalnya model atau bentuk            pakaian sekarang ini kebanyakan pakaian minim dan terbuka, yang             dianggap tidak sesuai dengan kebudayaan bangsa Indonesia.
Contoh lain adalah baju jas yang merupakan budaya bangsa barat sudah     digunakan oleh sebagian masyarakat kita pada acara - acara resmi atau            resepsi. Begitu pula dengan celana jeans dan T-shirt. Masyarakat kita      sudah terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari - hari.
3.2.4.      Komunikasi
                        Komunikasi juga merupakan contoh pengaruh dari globalisasi.         Komunikasi adalah suatu hubungan seseorang dengan orang lain.         Komunikasi dapat dilakukan dengan dua orang atau lebih. Dahulu             komunikasi antara wilayah menggunakan jasa pos yaitu surat yang
            sampainya bisa mencapai satu sampai dua hari, kemudian berkembang        dengan telepon rumah. Namun, sekarang ini di era globalisasi jika akan          berkomunikasi baik satu arah maupun dua arah dengan orang lain yang             berbeda wilayah sangat mudah, cepat, dan murah. Sarana yang digunakan misalnya telepon kabel, telepon seluler, internet, e-mail, dan faksimile.           Dengan adanya alat komunikasi yang canggih kita dapat melakukan             hubungan dengan siapa saja di dunia ini.

                       

Sekarang ini banyak ditemui warung-warung internet, maka orang   akan     mudah mencari segala macam informasi yang ada di seluruh dunia. Adanya telepon genggam merupakan alat komunikasi yang praktis,             canggih, dan mudah dibawa ke mana saja.
3.4.      Globalisasi di Indonesia dari Masa Kolonial sampai Sekarang
  Pada masa kolonial, globalisasi belum menjadi sorotan dikalangan masyarakat indonesia  karena pada zaman kolonial globalisai belum berpengaruh terhadap perkembangan masyarakat indonesia  baik dari bidang teknologi,informasi,budaya,ekonomi,dan lain lain. Masyarakat indonesia pada zaman kolonial masih mempertahankan budaya dan tradisi masing masing daerah. Namun pada zaman sekarang ini masyarakat indonesia sebagian besar kurang memperdulikan tradisi leluhurnya terutama dikalangan generasi muda sampai remaja. misalnya dalam segi cara berpakaian, pergaulan, transportasi dan sebagainya.
3.4.1.      Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Di zaman saat Indonesia sedang di jajah dan setelah merdeka, tidak banyak dari remaja Indonesia saat itu yang dapat menempuh jenjang pendidikan. Hanya sebagian remaja anak dari bangsawan yang dapat menempuh jenjang pendidikan. Beberapa tahun setelah itu, sudah mulai terlihat peningkatan jumlah remaja yang menempuh jenjang pendidikan. Walaupun demikian, jalan untuk menempuh pendidikan tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki seragam sekolah dan buku pelajaran. Kebutuhan sekolah mereka masih sangat minimum untuk didapatkan. Masa demi masa, perkembangan mulai meningkat. Kini hampir seluruh remaja sudah dapat dengan mudah untuk mengenyam pendidikan apalagi dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah yang diberikan oleh pemerintah. Bahkan pada masa kini, perkembangan ilmu pengetahuan sudah diikuti dengan perkembangan media elektronik, seperti televisi dan internet.

3.4.2.      Perkembangan Komunikasi, Elektronik, beserta Medianya
Pada masa saat orang tua kita masih se-umuran kita, alat komunikasi memang sudah ada, namun masih belum se-canggih
pada masa kita saat ini. Alat elektronik pun juga sebenarnya sudah ada, seperti radio dan televisi berlayar hitam putih. Namun walau demikian, alat elektronik seperti itu masih sangat jarang orang yang memilikinya. Bukan karena itu kuno, namun karena bagi mereka harga elektronik itu sangat mahal. Berbanding terbalik dengan masa saat ini, sudah sangat jarang remaja yang hobby mendengarkan radio, bukan karena bagi mereka mahal, namun karena beranggapan radio merupakan salah satu alat elektronik kuno yang sudah ketinggalan zaman. Mereka lebih suka alat-alat elektronik yang lebih canggih dan modern. Seperti MP3 Player, MP4 Player, Laptop, Hand Phone, dan sebagainnya. Zaman dulu, televisi hanya berlayar hitam putih. Seiring dengan perkembangan model-model televisi sudah mulai berkembang jauh lebih canggih, seperti TV LCD, TV LED, TV 3D, bahkan adapula Internet TV. Perkembangan itu terjadi pula pada alat komunikasi. Zaman dulu, kebanyakan orang berkomunikasi dengan orang yang jauh dengan surat-menyurat. Paling canggih bagi mereka saat itu menggunakan telepon kabel. Berbeda dengan sekarang, remaja kini sudah tidak perlu berkomunikasi dengan surat-menyurat, mereka sudah memiliki alat yang lebih canggih. Yang dapat mengirimkan pesan hanya dalam beberapa detik, berbeda dengan surat yang baru akan diterima selama berminggu-minggu. Diantaranya Hand Phone dan Internet. Kedua media itu sangat memiliki banyak fungsi, yaitu; Hand Phone dapat berfungsi sebagai media komunikasi 2 arah, saling mengirim pesan singkat (SMS), beberapa Hand Phone juga menyediakan layanan internet, radio, kamera, bahkan mp3. Di zaman saat ini, berkomunikasi dengan orang yang berada jauh dari kita tidak hanya dapat dilakukan dengan menelpon yang hanya dapat mendengarkan suara saja, berkomunikasi di zaman sekarang terasa sangat lebih mudah, karena kita juga dapat berkomunikasi dengan bertatap muka dan sekaligus mendengar suara. Sehingga kita merasa seperti berbincang dan bertatap muka secara langsung, tanpa dibatasi oleh waktu dan jarak. Sebut saja media canggih itu, “Video Call“.
3.4.3.      Perkembangan Etika dan Budaya
Siapa sangka etika remaja masa kini jauh lebih baik dengan remaja masa lalu? Ternyata itu memang benar adanya, hanya sedikit dari kalangan remaja yang benar-benar menerapkan sikap sopan dan santun di lingkungannya, baik kepada yang lebih tua maupun kepada yang lebih muda. Berikut ini saya berikan beberapa buktinnya:
3.4.3.1.1          Gaya hidup kebarat-baratan
Tidak semua budaya barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat pada orang tua, kehidupan bebas remaja dan lain-lain. Hampir 50% dari remaja dunia terutama kaum perempuan, sudah kehilangan mahkota paling berharga miliknya. Dan 80% sudah berani mencoba dan menggunakan obat-obatan terlarang (narkotika). Itulah yang sangat kita sayangkan dari remaja kini, yang seharusnya mereka menjadi peran penerus pahlawan bangsa.
3.4.3.2.  Semakin lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan musyawarah mufakat, dan gotong royong.
3.4.3.3.  Semakin sedikit generasi muda yang melestarikan musik, tarian, dan budaya tradisional kita.
3.4.3.4.  Remaja mengikuti cara berpakaian yang cenderung tidak memperlihatkan kesopanan.

3.5.      Dampak Positif
3.5.1.   Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
3.5.2.   Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
3.5.3.   Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.


3.6.    Dampak Negatif

Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.
3.6.1.      Pola Hidup Konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
3.6.2.      Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
3.6.3.      Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
3.6.4.      Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.


3.7.      Keterkaitan Antara Globalisasi di Indonesia dengan Manusia dan Peradaban
Globalisasi sesungguhnya telah mengubah peradaban manusia dari zaman ke zaman. Tanpa kita sadari otak manusia yang sangat kecil itu sudah mengubah banyak hal. Mulai dari peradaban kuno yang masih belum terlihat dampak globalisasinya, tetapi sekarang dengan keadaan yang serba modern, dampaknya telihat sangat jelas. Dan yang tidak bisa dipungkiri, indonesia menjadi salah satu negara dengan banyak terkena pengaruh globalisasi. Tidak masalah jika pengaruh itu bersifat positif, tetapi kini yang terlihat juga tidak sedikit pengaruh dari globalisasi yang bersifat negatif.
Peradaban manusia memang sudah berkembang pesat diIndonesia hingga sekarang. Namun, dengan keadaan yang sepeti ini, indonesia semakin kehilangan jati diri. Ciri khas dari indonesia seakan pudar, masyarakatnya sendiri lebih banyak terpengaruh dengan kebudayaan luar, sikap cinta tanah air indonesia pun seakan luntur, masyarakatnya sibuk mementingkan dirinya untuk keluar negeri baik untuk menuntut ilmu, tetapi tidak ada keinginan untuk merubah indonesia menjadi lebih baik.
Memang arus globalisasi adalah sesuatu yang pasti  terjadi dan sulit untuk dikendalikan, terutama karena begitu cepatnya imformasi yang masuk ke seluruh belahan dunia, hal ini membawa pengaruh bagi seluruh bangsa di dunia, termaksud didalamnya bangsa indonesia.
Pertanyaannya, mampuhkah kita membangun bangsa di tengah tengah globalisasi dalam arus yang semakin kuat? Jika jawabannya”ya, maka kita akan mampu menjadi negara maju yang masih berjati diri indonesia. Jika “tidak, maka selamanya kita akan  menjadi bangsa yang terjajah. Salah satu yang bisa menjawab “ya” adalah peranan lembaga pendidikan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi tanpa menghilangkan jati diri indonesia melalui pelestarian nilai nilai dan moral bangsa indonesia.
KESIMPULAN

Pengaruh globalisasi disatu sisi ternyata menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia sampai sekarang. Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Apabila timur dan barat bersatu, masihkah ada ciri khas kebudayaan kita? Ataukah kita larut dalam budaya bangsa lain tanpa meninggalkan sedikitpun sistem nilai kita? Oleh karena itu perlu dipertahanan aspek sosial budaya Indonesia sebagai identitas bangsa. Caranya adalah dengan penyaringan budaya yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa. Bagi masyarakat yang mencoba mengembangkan seni tradisional menjadi bagian dari kehidupan modern, tentu akan terus berupaya memodifikasi bentuk-bentuk seni yang masih berpolakan masa lalu untuk dijadikan komoditi yang dapat dikonsumsi masyarakat modern. Karena sebenarnya seni itu indah dan mahal. Kesenian adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya dan tidak dimiliki bangsa-bangsa asing. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda, yang merupakan pewaris budaya bangsa, hendaknya memelihara seni budaya kita demi masa depan anak cucu.




SARAN – SARAN

Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan yaitu :
1.      Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa
2.       Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya
3.       Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
4.       Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif.
5.       Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.


DAFTAR PUSTAKA

Setiadi, Elly M, 2012. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: kencana.
http://www.google=pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah.com/


No comments:

Post a Comment